TARI PENDET : KENAPA HARUS RIBUT ?


Beberapa hari terakhir ini, kita dihebohkan dengan berita tentang iklan wisata Malaysia yang menampilkan sedikit gaya tari pendet. Lalu Indonesia mengklaim bahwa Malaysia telah mengklaim tari pendet, sebagai milik/budaya mereka ?
Apa iya ?
Menurut kacamata saya, Malaysia bukannya mengklaim tari pendet itu milik mereka tetapi lebih tepat jika dikatakan menjiplak karya/budaya Indonesia. Sebab di Malaysia tidak ada yang namanya tari pendet. Jadi untuk menarik wisman, ya salah satunya mesti menjiplak milik orang lain. Milik kita. Sebagai pemilik asli tari tersebut, saya pikir kita harus bangga. Kita punya sesuatu yang bagus, sedemikian bagusnya hingga orang lain tergerak untuk menjiplak atau mencurinya. Kalau tidak bagus, buat apa dicuri ?
Jadi, saya pikir tidak perlu diributkan sedemikian rupa. Biarkan mereka menjiplak, dunia kan sudah tahu bahwa apa yang mereka tampilkan itu adalah jiplakan dari Indonesia, terlebih lagi bagi mereka yang pernah ke Bali. Mungkin ketawa, hahaha ….. begitu rupanya Malaysia, bisanya cuma menjiplak. Tidak bisa bikin sendiri.
Hal jiplak menjiplak, Malaysia memang jagonya. Ini bukan baru terjadi sepuluh dua puluh tahun ini, tetapi mungkin sejak tiga empat puluh tahun lalu. Betapa tidak, Indonesia sudah sedemikian maju budayanya, amat beragam, dari Sabang sampai Merauke. Sedangkan Malaysia ?  Dari Timur ke Barat hanyalah budaya Melayu saja. Kalau kemudian mereka mengenal budaya Jawa, budaya Bali, budaya Sulawesi, itu semua dibawa oleh orang Indonesia yang pindah/menetap di Malaysia. Tidak heran jika lama kelamaan mereka merasa bahwa itu bagian dari pada budaya mereka, padahal itu asalnya dari Indonesia.
Saya ingat, di era tujuh puluhan,  banyak didendangkan lagu-lagu Kus Plus di radio Malaysia. Lagu yang sudah dimodifikasi dan dialihbahasakan. Begitupun era 80-an, lagu-lagu Indonesia yang di-Malaysia-kan, banyak terdengar. Bahkan di era sebelumnya, almarhum P Ramli yang mendapat anugerah seniman negara, banyak meniru cara Indonesia dalam karya-karyanya.
Dalam keadaan sekarang ini, berapa banyak sih seniman/band/penyanyi Malaysia yang terkenal di Indonesia ?  Bandingkan dengan seniman/band/penyanyi Indonesia yang go Malaysia.
Jadi, saran saya janganlah kita seperti kucing keinjak ekornya. Bawa bertenang. Jangan begaduh. Mereka kan saudara kita juga. Jadi wajarlah sesama saudara tiru meniru. Teruslah melahirkan karya-karya terbaik supaya mereka menirunya. Dan kita harus bangga karena dari kita ada yang bisa ditiru dan digugu. Bukankah lebih menyakitkan jika tak satupun karya kita yang bisa ditiru oleh bangsa lain ?
Inilah hebatnya Indonesia.

4 thoughts on “TARI PENDET : KENAPA HARUS RIBUT ?

  1. “bagaimana kalau Amerika menuntut pembuat/pemasang iklan yang modelnya meniru-niru OBAMA ? Coba !”

    jangan salah kita juga pernah di tuntut US byk bgt soal merk terutama yg berkaitan dengan disney, WB, marvel, DC comics, etc dan terang terangan buat pengumuman di media cetak
    makanya ada salah satu merk wafer yg ampe ganti kemasan karena kemasan awal mula bergambar superman

    ribut mgkn nggak, tp perjuangkan iya, karena bagaimana pun itu budaya kita, kalo tidak ada yg merawat atau mengingat nanti akan tergerus melalui waktu

  2. OK, barangkali biar rame aja. Tapi kita juga kadang lupa bahwa kita — orang Indonesia — suka juga menjiplak punya negara lain. Lihat saja iklan BSI. Bagaimana kalau Amerika menuntut pembuat/pemasang iklan yang modelnya meniru-niru OBAMA ? Coba !
    Terima kasih, akan kami link blog anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s