SUSU SAPI


Sapi

Sapi

SUSU SAPI PADA DASARNYA MEMANG UNTUK ANAK SAPI

NUTRISI yang terdapat dalam susu sapi cocok untuk anak sapi yang tengah berkembang. Yang penting bagi pertumbuhan anak sapi belum tentu berguna bagi manusia. Terlebih lagi, dalam dunia alami, hewan yang minum susu hanyalah bayi yang baru lahir. Tidak ada mamalia yang minum susu setelah dewasa (kecuali Homo sapiens). Inilah cara kerja alam. Hanya manusia yang dengan sengaja memngambil susu dari spesies lain, mengoksidasi, dan meminumnya. Ini bertentangan dengan hukum alam.

Di Jepang dan Amerika Serikat, anak-anak didorong untuk minum susu saat makan siang di sekolah karena susu yang kaya nutrisi dianggap baik untuk anak-anak yang tengah tumbuh. Namun, siapa pun yang menganggap bahwa susu sapi dan air susu ibu manusia adalah sama, tentunya sangat salah.

Jika Anda mendata berbagai nutrisi yang ditemukan baik dalam susu sapi maupun ASI, keduanya memang sangat serupa. Nutrisi seperti protein, lemak, laktosa, zat besi, kalsium, fosfor, natrium, kalium, dan vitamin, ditemukan dalam keduanya. Namun, kualitas dan jumlah nutrisi ini sangat berbeda.

Komponen utama yang ditemukan dalam susu sapi disebut KASEIN. Saya pernah menyinggung fakta bahwa protein ini sangat sulit dicerna dalam sistem pencernaan manusia. Sebagai tambahan, susu sapi juga mengandung bahan antioksidan LAKTOFERIN, yang memperkuat fungsi kekebalan tubuh. Namun, laktoferin yang terdapat dalam ASI adalah 0,15 % sementara yang terdapat dalam susu sapi hanya 0,01 %.

Tampaknya, bayi-bayi yang baru lahir dari spesies yang berbeda membutuhkan jumlah dan rasio nutrisi yang berbeda pula.

Dan bagaimana dengan orang dewasa?

LAKTOFERIN menjadi contohnya. Laktoferin dalam susu sapi terurai dalam asam lambung. Bahkan jika Anda meminum susu segar yang belum diproses menggunakan suhu tinggi, laktoferin di dalamnya akan terurai dalam lambung. Begitu pula halnya dengan laktoferin yang terdapat dalam ASI. Seorang bayi manusia yang baru lahir dapat menyerap laktoferin dari ASI dengan baik karena lambungnya masih belum berkembang sempurna, dan karena sekresi asam lambungnya hanya sedikit, laktoferin pun tidak terurai. Dengan kata lain, ASI manusia memang tidak dimaksudkan untuk dikonsumsi oleh manusia dewasa.

Susu sapi, walaupun sebagai susu segar yang masih mentah, bukanlah makanan yang cocok bagi manusia. Kita mengubah susu segar, yang pada dasarnya memang tidak baik bagi kita, menjadi makanan buruk dengan cara homogenisasi dan pasteurisasi pada suhu tinggi. Kemudian, kita memaksa anak-anak kita untuk meminumnya.

Satu masalah lain adalah orang-orang dari kebanyakan kelompok etnis tidak memiliki cukup banyak ENZIM LAKTASE untuk menguraikan laktosa. Kebanyakan orang memiliki cukup banyak enzim ini pada saat masih bayi, tetapi kemudian berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Pada saat orang-orang ini minum susu, mereka mengalami berbagai gejala seperti perut bergemuruh atau diare, yang merupakan hasil ketidakmampuan tubuh mereka mencerna laktosa. Orang-orang yang benar-benar tidak memiliki laktase atau jumlah enzimnya benar-benar rendah disebut tidak tahan laktosa (WH: lactose intolerance). Hanya sedikit orang yang benar-benar tidak tahan laktosa, tetapi sekitar 90 % dari bangsa Asia; 75 % dari bangsa Hispanik, Indian, Amerika, dan kulit hitam Amerika; begitu pula 60 % orang dari berbagai kebudayaan di Mediterania dan 15 % masyarakat keturunan Eropa utara tidak memiliki cukup banyak enzim ini.

LAKTOSA adalah zat gula yang hanya terdapat dalam susu mamalia. Susu hanya diminum oleh bayi-bayi yang baru lahir. Walaupun banyak orang dewasa yang kekurangan laktase, pada saat baru dilahirkan, semua bayi yang sehat memiliki cukup banyak enzim tersebut untuk kebutuhan mereka. Terlebih lagi, kadar laktosa dalam ASI adalah sekitar 7 %, sementara dalam susu sapi hanya 4,5 %.

Oleh karena manusia pada saat bayi mampu minum ASI yang kaya akan laktosa tetapi berakhir dengan menghilangnya enzim tersebut setelah dewasa, saya yakin inilah cara alam untuk mengatakan bahwa susu bukan untuk diminum oleh manusia dewasa.

Jika memang sangat menyukai rasa susu, saya sangat menyarankan Anda membatasi seringnya mengonsumsi susu, berusaha untuk minum susu yang tidak dihomogenasi, dan dipasteurisasi pada suhu rendah. Anak-anak dan orang dewasa yang tidak menyukai susu tidak boleh dipaksa untuk meminumnya.

Singkatnya, minum susu tidak bermanfaat baik bagi tubuh. ***

Judul The Miracle of Enzyme Self-healing Program [Buku Bestseller]
No. ISBN 978-979-3269-795
Penulis Dr. Hiromi Shinya
Penerbit Qanita

Untuk mendapatkannya kunjungi bukukita

About these ads

Tentang Puskesmas Sungai Ayak

Pelopor Simpus dari Sekadau - Kalimantan Barat
Tulisan ini dipublikasikan di Info Kesehatan dan tag , , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke SUSU SAPI

  1. Ada yang mau meneliti ?

  2. guskar berkata:

    apakah susu sapi ini yang membuat bau keringat bayi tidak enak? saya membandingkan ketika anak masih minum ASI, keringatnya tidak menimbulkan bau, ttp stlh mengkonsumsi susu sapi kok jadi bau.

  3. pkmsungaiayak berkata:

    Memang manusia itu aneh. Manusia terhormat pun kadang-kadang tidak menyadari kelakukannya yang tidak terhormat. Ya…. itu tadi, menyerahkan bayinya untuk disusui oleh sapi (secara tidak langsung tentunya) hanya karena menjaga kehormatan atau egonya. Tugas kitalah untuk menyadarkan masyarakat (ibu menyusui dan bapak-bapak yang tak mau berbagi) bahwa ASI adalah minuman terbaik bagi bayi, bukannya ASSI (Air Susu SapI)
    Oke ?

  4. Setuju…setuju…
    Susu Sapi itu untuk anak Sapi :D
    Saya punya beberapa pasien yang lebih memilih susu sapi karena terpengaruh iklan di TV yang begitu gencar seolah-olah susu yang diikaln itu lebih baik dari pada susu Ibu.
    Ada lagi yang memakai susu sapi karena tidak Pe De, merasa kalau produksi susunya itu kurang sehingga lebih memakai susu instan.
    Yang paling parah kalau Ibu tidak menyusui anaknya karena kuatir payudaranya jadi “lower” karena ditarik-tarik bayinya <—tapi tidak kuatir kalau ditarik sama bapaknya :D

  5. gilang mahardika berkata:

    makanya sekarang banyak manusia yang kelakuanya keak binatang yah om.. mungkin ini penyebabnya,, ehhe.. :)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s